Bebas dan Cintai Ia,…
Kuhidup dengan siapa
Ku tak tau kau siapa
Kau kekasihku tapi
Orang lain bagiku
Kau dengan dirimu saja
Kau dengan duniamu saja
Teruskan lah.. Teruskan lah
Kau begitu.
Teruskanlah – Agnes Monica.
Dulu, ia dan kekasihnya selalu melakukan atau kemanapun berdua. Beberapa minggu tak bertemu, membuat ia rindu dengan kekasihnya. Rindu akan kebersamaan dan kegembiraan naik motor, jalan-jalan, membaca dan berbincang atau sesekali nongkrong di pinggir jalan. Sang kekasih, seorang yang “fanatik” bekerja dan selalu sibuk dengan pekerjaannya. Hampir tiap minggu selalu ada saja tugas ke luar kota.
Ia berharap bisa menerimanya dengan baik, mengimbanginya dengan senang hati…. tetapi ia tidak bisa. Sisi egonya mulai meninggi, ia ingin menjadi nomor satu yang diperhatikan oleh sang kekasih. Waktu lima menit untuk mendengarkan dan berbicara menjadi terganggu. Satu malam untuk berkencanpun tak kunjung datang. Liburan bersama sepertinya masih dalam mimpi.
Saat-saat seperti ini, ia perlu memberitahukan kekasihnya. Ia memang bisa merasakan keinginan kekasihnya melalui intuisi, tapi tetap saja ia tidak dapat membaca pikirannya. Ia harus mengungkapnya. Melalui pesan singkat, ia mengeluarkan semua kemarahan, kecemburuan, dan semua perasaan tidak nyaman. Ia menyadari, bahwa rusaknya komunikasi sangat menyedihkan dan bisa saja merubuhkan jalinan cinta yang telah dibangun bersama. Dan tidak adil juga apa bila membuat kesimpulan sendiri.
Rasanya tidak enak menjadi terabaikan dan diabaikan… Ia mengerti kalau seadainya sang kekasih marah. Untuk itu mereka sama-sama membutuhkan ruang sendiri. Kalau hubungan sedang tegang karena adanya perbedaan atau karena perubahan ada baiknya untuk meluangkan waktu untuk merenung. Ia memang tidak bisa dan tidak seharusnya memaksakan kekasihnya, apa yang ia suka, apa yang ia mau, dan melakukan sama persis seperti ia kehendaki.
Ia mencoba mengacu pada sebuah peraturan yang sama-sama dibuatnya dahulu, yaitu: tak ada larangan dan bebas menjadi diri masing-masing. Dengan demikian, masing-masing bisa bebas melakukan apa yang disukai, sementara pasangannya tidak menyukai. Beberapa minggu terpisah merupakan fase baru dalam hubungan mereka, semoga ini dapat memberikan ruang untuk menjadi diri sendiri tanpa harus membuat kesal pasangannya.
Ia memang tidak punya resep bagaimana cara mencintai yang baik, tetapi ia punya keyakinan… dengan perasaan saling menghargai, menerima kekurangan -termasuk kelebihannya- dan saling terbuka akan mampu menjaga kebersamaan cinta mereka. Dan berharap, apapun masalahnya itu semoga dapat menjadikan hubungan ini lebih dewasa.
Sekarang mereka sudah menemukan jalan tengahnya. Ketika ia bertemu kekasihnya, ia berhasil membuang sampah emosionalnya…
I’m sorry, I was act like a childish fool.



June 15th, 2009 at 2:02 pm
tidaK ada yan9 sempurna didunia ini..
trimaLah semua kekuran9annya..
len9Kapi den9an kelebihan yan9 kiTa puNya..
weLL iko suda suda melakukan yan9 terbaik,jika emosi men9alahkan e9o,terbukti banyak benarnyakan?
hehhe..
* hu9 iko..
June 15th, 2009 at 2:04 pm
biasalah wind, emang klo hubungan dah lama kayak gitu.
yang penting sabar dan saling mengerti aja, klo ndak bisa lagi ya mencari jalan yang paling baik untuk masing-masing, atau islah….
June 15th, 2009 at 4:51 pm
ehm, pengalaman pribadi yah….;)
tapi kitorang emang kadang2 (ato sering malah) perlu ruang untuk bersendiri – itu natural. jadi kita ga perlu bete or ngerasa ditolak kalo kadang2 pasangan kita pengen leave me alone….*apa sih!*
June 15th, 2009 at 4:54 pm
hmm, sukurlah dah ketemu jalan tengahnya. kl saya, ehm, semakin dapat ruang koq jadi semakin lebar jarak di antara kita yah….
June 15th, 2009 at 5:32 pm
Mbak Iko. mereka siapa sih?
June 16th, 2009 at 9:13 am
Thanks Wi3nd….. mungkin suatu saat, Iko akan mencontoh prinsipnya mereka
Damai yaaa, Herdi?
St Hard, gak juga koq….
Lagi Usil, Alhamdulillah…. semua kan baik2 saja koq.
Yon’s, mereka yang sedang kasmaran pastinya.
June 16th, 2009 at 10:33 am
oo mereka ya.
June 16th, 2009 at 3:49 pm
terimalah diriku apa adanya kuterima kau dengan perubahan wakakaka egoisna
June 19th, 2009 at 3:36 pm
Mas Suwung…. terima diriku dengan apa adanya juga dong, jgn egois
hehehehe
June 26th, 2009 at 2:23 am
[...] Bebas dan Cintai Ia,… [...]
September 5th, 2009 at 3:20 pm
iko, kapan nich punya cinta sejati lagi ???
Insya Allah, Diz…. pasti akan datang cinta sejatinya Iko