Dunia Kerja,…
Only librarians like to search; everyone else likes to find
Roy Tennant
Perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca dan bukan untuk dijual. Adapun tujuan perpustakaan adalah untuk; penyimpanan, penelitian, memberikan informasi, pendidikan, dan kultural. (Sulistyo, 1991)
Sejak dulu ketertarikkanku terhadap dunia farmasi sangat tinggi, karena jauh sebelumnya orangtuaku sudah terlebih dahulu terjun ke dunia ini. Oleh bapaknya, beliau dikenalkan dengan yang namanya obat-obatan. Ketika itu embah kakung masih memiliki sebuah apotik di kampungnya, masa-masa kecil orangtuaku dihabiskan di apotik membantu bapaknya. Rutinitas itu dilakukan olehnya sehabis pulang sekolah.
Cerita ini pernah diceritakan beliau kepada kami, anak-anaknya. Bercerita tentang rasanya diberi upah sehabis membungkus kertas-kertas obat, bagaimana rasanya seharian berada di apotik, mencium bau aroma yang tidak sedap, dan banyak hal lainnya. Sambil bercerita, beliau sambil mengingat masa kecilnya dahulu… ada kenakalan dimasanya waktu itu. Ada juga kerinduan terhadap orangtuanya, terhadap kakak-kakaknya, dan juga terhadap teman serta kampung halamannya.
Sayang, keberuntungan untuk menekuni dunia farmasi belum berpihak. Juni 2005, keberuntungan lain membawaku bergabung dengan salah satu universitas swasta di bilangan Jakarta Selatan. Sudah hampir tiga tahun bekerja disini, dan tidak pernah terbayang sebelumnya kalau ternyata aku sekarang menjadi penjaga buku. Dengan banyaknya pelatihan-pelatihan yang diikuti sedikitnya mampu untuk menunjang pengetahuan dan penguasaan tugas di sini. Meski demikian hal ini patut aku syukuri.
Ketenangan di ruang perpustakaan menyajikan begitu banyak pengetahuan dan memacu daya kreatifitas berfikir. Berbagai macan kendala-kendala tugas memang lebih banyak timbul dari user, mereka terkadang kurang bertanggung jawab untuk menjaga ketertiban di ruang perpustakaan, seperti tidak mengembalikan buku ke meja sirkulasi, telat mengembalikan buku, makanan dan minuman di dalam ruangan, dan mereka ini terlalu sangat berisik. Namun kendala-kendala tersebut tidak mengurangi semangat untuk tetap melakukan tugas yang terbaik.
Jika ada yang beranggapan menjadi seorang pustakawan terlalu membosankan, tidak sepenuhnya benar. Memang pekerjaannya itu dan itu saja; sirkulasi, pengolahan dan pengadaan, tetapi disini aku banyak memiliki kesempatan yang sangat besar untuk mendapatkan akses informasi dari buku maupun media internet.
-penjagabukuyangdiliputikesibukan-
Saat menulis ini, ada perasaan kangen terhadap teman-teman kerja dahulu.
Kesempatan itu masih ada, kalau kita mau terus berusaha. Terima kasih untuk motivasi dan bimbingannya, darimulah aku banyak belajar soal dunia pekerjaan.

March 26th, 2008 at 10:18 am
bisa tau pertama kali kalau ada buku bagus masuk hehe.. harusnya jd orang yg paling pinter jg ya.
March 26th, 2008 at 1:05 pm
jadi bisa baca buku-buku tentang farmasi juga kan?
March 26th, 2008 at 1:41 pm
lebih baik bekerja meski bukan di tempat impian daripada harus menganggur ya….semua pasti ada hikmahnya, seperti akses ke buku dan internet itu….
March 26th, 2008 at 2:44 pm
nonton film lama ‘good will hunting’ gak? tokoh utamanya cukup menyerap ilmu dari buku-buku perpustakaan, kepandaiannya malah ngalahin semua mahasiswa, malah bisa jadi pengacara..
kesempatan buat iko..
March 27th, 2008 at 9:17 am
Salut banget gw punya blogbuddy librarian
dulu gw sering ngeledekin kakak gw yg suka banget baca buku, ayolah, jd librarian aja
krn dulu tuh profesi librarian kyknya ngebosenin abis
Tp setelah gw agak gedhean *cieeeeh*
dan sering baca blognya Iko, gw baru sadar kalo setiap profesi itu ya ada min ada plusnya, dan jadi librarian bisa enjoying kok. Apalagi tulisan2 Iko enak dibacanya, berarti kk gw yg maleus itu bisa juga ngeblog dong
Semangat!
March 27th, 2008 at 11:32 am
hehehe.. pantes aja di profilenya iko yang asik dengan dunianya sendiri, maen sama buku2 truss sich….
kangen ya mba, dengan teman kantor dulu.. sama sy juga…
March 27th, 2008 at 1:51 pm
[…] Ketenangan di ruang perpustakaan menyajikan begitu banyak pengetahuan dan memacu daya kreatifitas berfikir. […]
ah..ga juga,.,..
buktinya pekerja bengkel..brisik….dan bisa berjalan kreatifitasnya…..
asal deehh..!!!
*ambil tameng*
March 27th, 2008 at 3:31 pm
Wahh betapa mengasyikannya,bisa baca buku terus dan tambah pintar.
Setiap pekerjaan kalau dihayati tentu menyenangkan Iko
March 27th, 2008 at 3:53 pm
waaah.. aku ga pernah jaga perpustakaan sih.. tapi kayaknya mah seru. khan bisa baca” gratis khan cc? hehehe..
cc dah ga kerja di sana yah?
March 27th, 2008 at 4:02 pm
@ Anang:
@ Mbak Maya: Disini gak ada buku2 farmasi, mbak
@ Mbak Endang: Iyaa mbak… Iko bersyukur akan hal itu.
@ Mas Dan!: Iyaa, makasih mas
@ Gagah: Gagah, gagah…. tega banget ngatain kakaknya :P, cepat minta maaf sana. Ajarin kakaknya ngeblog sekalian yaa Gah.
@ Pilar: hehehehe, itulah yang namanya Iko
@ esCoret: Huugghhh… selalu deh asal
@ Ibu Edratna: Iyaa Bu, Iko berusaha utk menikmati pekerjaan sekarang.
@ SatoNa: cc masih kerja di sini…. yukk, kapan2 dede main ke sini…
March 27th, 2008 at 10:18 pm
Pustakawan itu dianggap membosankan, karena biasanya digeluti sama ibu2 ato bapak2 yang jutek (pengalaman di kampus dan sekolah dulu).
Tapi kalo Iko yang jadi pustakawan sih, kayaknya anggapan itu sirna deh
March 28th, 2008 at 1:16 am
iko, enjoy ya kerjaannya.
March 28th, 2008 at 8:21 am
betul ko, apapun yang kita dapat selayaknya disyukuri.
kalo aku malah mau resign karena harus pindah ke kota lain
March 28th, 2008 at 1:09 pm
seeeppp semangad terus.. kalau dipikir2 bukan karena masalah kerja yg enak dan tidak enak.. tapi keleraan hati untuk menerima segalanya…
March 28th, 2008 at 7:42 pm
dear, jangan bilang penjaga buku ah. librarian itu luhur dibanding hanya sebagai penjaga buku lho, and you know that. so, be proud to be librarian
March 28th, 2008 at 9:03 pm
Yang pasti tenangnya perpus itu yang paling menyenangkan kan Ko?
March 31st, 2008 at 12:09 pm
assalamu’alaykum.wr.wb
-penjagabukuyangdiliputikesibukan- <- sibuk ya mbak…

jangan sibuk-sibuk, atuh mbak
April 2nd, 2008 at 11:16 am
… menjadi penjaga buku.
Menjadi penjaga buku, bukan berarti duniamu akan memiliki satu warna saja, tapi justru akan memberi warna yang lebih banyak … mendekatkan kamu pada berbagai ilmu pengetahuan yang akan menjadi bekal hidup, karena ilmu pengetahuan itu … ga ada abisnya.
Apa kabar hari ini?
April 2nd, 2008 at 3:20 pm
kayaknya iri juga neh sama Iko yang bisa dapat banyak pengetauan dari membaca. membaca adalah salah satu pekerjaan berat saya yang sulit terlaksana..
April 3rd, 2008 at 1:12 pm
no wonders you look so smart dear ;))
it came from your heart though……….
April 4th, 2008 at 12:39 pm
dimanapuN N apapun kerjaannya klo di lakukan dengan senang N iklas seberat apapun akan terasa nyamaN N enak…:D
wahHh kakeknya seorang yg tangguh…salam buat beliau iko
April 4th, 2008 at 3:30 pm
oh jadi Iko ini librarian ya, tau ga dulu aku pernah terfikir ingin jadi librarian karena aku suka sekali membaca apa saja,its a dream job back then..entah kenapa nasib membawaku ke fak kedokteran. dan sekarang juga sudah mendapat pekerjaan yang menyenangkan sebagai dosen dengan mahasiswanya dan dokter dengan pasiennya. tapi cita-citaku tetap ingin jadi astronot. dan aku tetap suka sekali membaca apa saja.
April 10th, 2008 at 3:08 pm
ngiri boleh kan ko ??
seneng aja kerja sesuai hobby..
Boleh…boleh…
April 12th, 2008 at 4:40 am
Dari jaman fir’aun sampai jaman ngeblog ini buku adalah sumber ilmu…sungguh mulia profesi dan hati-mu Kiko…. siapakah pria beruntung yg memilikimu…huhuhu terharu aku sama posting ini
:D
Aiyah mas Iwan… ada2 aja nih endingnya