Ziarah,…

 ”Kematian seseorang lebih menjadi urusan bagi orang yang masih hidup daripada menjadi urusannya sendiri”
Thomas Mann

Sabtu siang kita pergi melangkah, tanpa tujuan yang jelas. Yang penting, pergi menjauh dari kehidupan manusia. Cuaca cukup mendukung perjalanan kita, ditemani angin yang sejuk, gemiris yang malu2, dan juga TTM menggerang. Perjalanan tanpa tujuan jadi terasa lebih menyenangkan. Hingga waktunya kita tiba di suatu kampung yang belum pernah dikunjungi.

“Dimana kita sekarang ini???”
“Gak tahu, kita belum pernah kesini”
Kampung antah berantah… bhahahaa.
“Tempat apa ini???”
“Kuburan cina…!!!”
“Whaaaa….. kuburaaannn….. cinaaa???”
$%^&*(@$%^&*!#^%$

Meski namanya kuburan tempat itu tak nampak menyeramkan,… malah terlihat indah mengagumkan. Tempat peristirahatan yang nyaman dan sangat mewah, banyak bangunan besar2 terawat dengan baik.  Kita mendatanginya, orang2 yang gak kita kenal sebelumnya. Kedatangan kita juga tanpa taburan bunga dan air mawar.

Di halaman depan kita duduk berhadapan dengan makam seorang kakek tua entah siapa namanya. Di bongpaynya tertulis huruf Cina yang sama2 kita gak ngerti. Salam sebagai ucapan penghormatan untuknya. Doa-doa bertaburan di langit.

Ujung kanan jalan, semut2 menyanyikan lagu yang terdengar oleh kita.  Beberapa perempuan terlihat sedang bergurau. Di sebrang jalan, sesekali orang yang melintas. Tiga orang bersama di pinggiran kolam. Ada satu keluarga mendatangi makam sanak saudaranya. Berpura2 tak acuh terhadap semuanya.

Hening,…. sunyi sekali di sini.
Menatapmu dengan tajam, membaca raut mukamu… aku merasa senang. Kekuatan alam menghubungan kita dengan sesuatu yang telah berlalu. Harap kuingin, tak ada kecemasan atau ketakutan lagi saat ini. Kehidupan yang tenang ini pantas kita nikmati bersama.

Ketika senja tlah datang, kuucapkan salam perpisahan “Kek, kami pergi”. Terus berjalan memandangnya, hingga “rumah” kakek menghilang dari pandangan. Saat aku pulang ke rumah, aku ditanyai “Darimana kamu, Ko?”. Ku jawab “Ziarah, Ma”.  Tak ada pertanyaan lebih dalam, karena aku kan bercerita.

Ziarah ketempat yang tak pernah kukenal.
Tak ada bunga untukmu, Kek.

Jika di dunia ini tak ada tempat untuk kita, masih ada tempat peristiharatan yang bisa kita datangi suatu waktu nanti.

This entry was posted on 280916H Dec 2007 and is filed under CeRiK. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

21 Responses to “Ziarah,…”

  1. jeng endang Says:

    saat nanti, tubuh kita beristirahat…….tapi jiwa, ruh dan amal kita……akankah beristirahat tanpa mempertanggungjawabkan segala yang pernah terjadi ?

    Hai, Iko……..aku baru kembali…..

  2. Pyuriko Says:

    Mbak Endang… kangeeeennn
    Peluk dulu…

    Welcome Back Mbak!!!

  3. Anang Says:

    ziarah mengingatkan pada kematian.. yang pasti akan menjemput kita…..

  4. ichal Says:

    Ziarah merupakan sebuah paket hadiah!!!

    dan memang kita yang masih hidup yang harus mempelajari urusan kematian!!

  5. cebong Says:

    ziarah bisa membuat kita ingat bahwa besok kita akan ke lama yang sama. jadi gpp dong kalau kita ziarah :D

  6. jloe Says:

    wah.. ziarah mau dong.. tapi skrng mahal onkosnya 20 jtan.. hiksss..

    ziarah ke tanah suci maksudnya :P

  7. FREE7 Says:

    rame nih pada ngomongin ziarah tema yg bagus n unik Iko…..BTW kalo ziarah sendirian ke kuburan , malam-malam pula…emang pada berani…. :))

  8. Soeltra Says:

    Tak ada yg mencintaimu setulus kematian,mengutip dr sbuah judul bk. Kalimat yg dlm,spt halnya stiap kata2 yg kau tulis dgn hatimu.detail2 yg menarik.pd kematian seseorg kita bljr,sblm mengalaminya.mempersiapkan bekal,utk melalui pjalanan berikutnya.

  9. Juminten Says:

    hiiiiiiiiii… kalimat terakhirnya bikin aku merinding… :| :P
    eh, kuburan China? ga ketemu vampir kan, Mbak? :|
    btw…
    hmmm… that’s why we always need the other, becoz someday, merekalah yg akan mengurusi kematian kita. :P *meskipun kegunaan org lain di samping kita TIDAK hanya untuk itu.* xD

  10. tante_angga Says:

    yah ampun,,,
    kapan yah aku terakhir ziarah?
    huhuhuhuhuh
    makasih ya beib, sudah mengingatkan…

  11. meity Says:

    mmm … ziarah terakhir yang aku lakukan belum lama ini, ke makam tante sekaligus mengantarkan oma ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

    tapi aku udah lamaaa engga ziarah ke makan kakek-nenekku yang lain. :(

  12. LieZMaya Says:

    inimah bukan ziarah, tapi menjenguk hehe
    met taun baru ya non :P
    ada salam dari Mister tegal haha

  13. syeeddath Says:

    makam..dan ziarah…. yeah.

    btw.. di kota saya, ada salah satu lokasi makam yang jadi tempat bermaksiat, ( lokalisasi/prostitusi) dan daerah itu sangat terkenal, bukan karena makamnya..tapi karena para PSKnya… entahlah…

    tertarik untuk mendengar ceritanya? (pernah survey langsung soalnya….hehehe)

  14. gelly Says:

    aku juga sering ke pemakaman cina….(smile) tp bukan sembahyang…..

  15. isnuansa Says:

    Iko kok sedih sedihan mulu. Ziarah ke makam orang nggak dikenal. Bagus sih, mengingat ke mana tujuan kita nanti, tapi beneran nggak takut, maen ke makam?

  16. aLe Says:

    yg datang dari Nya, pasti akan kembali pada Nya

  17. Tia Says:

    bagus lho, ziarah ke makam yg nggak kita kenal atau ke makam orang yang pernah menorehkan sejarah atas kita, supaya kita bisa mengingat kematian yang akan datang pada diri kita juga akhirnya

  18. nez Says:

    ziarah ke makam itu jadi hadiah besar buat yg didatangi loh, apalagi kl keluarganya jarang dateng.
    suatu saat itu jg bakal kejadian sama kita

  19. -tikabanget- Says:

    :|
    tadi tuh, pertama baca, kirain “kuburan cinta”

    **sungkem minta maap..**

  20. RoSa Says:

    ziarah kubur…kan selalu mengingatkan kita, bahwa sejatinya, tiap2 yg bernyawa pasti akan merasakan mati…

  21. edratna Says:

    Ziarah, membuat kita menghayati adanya hidup sesudah mati….bahwa kita juga akan melakukan perjalanan berikutnya

Leave a Reply