Kenangannya,…

Kematian yang begitu cepat, cukup membuat seseorang tenggalam larut dalam kesedihan. Sering kali hati bertanya, “kenapa ini harus terjadi?” dan “kenapa harus aku yang menjalanin ini semua?”

masih adakah yang akan kautanyakan
tentang hal itu? Hujan pun sudah selesai
sewaktu tertimbun sebuah dunia yang tak habisnya bercakap
di bawah bunga-bunga menua, musim yang senja

pulanglah dengan payung di tangan, tertutup
anak-anak kembali bermain di jalanan basah
seperti dalam mimpi kuda-kuda meringkik di bukit-bukit jauh
barangkali kita tak perlu tua dalam tanda tanya

masih adakah? Alangkah angkuhnya langit
alangkah angkuhnya pintu yang akan menerima kita
seluruhnya, seluruhnya kecuali kenangan
pada sebuah yang menjadi sepi tiba-tiba
Sapardi Djoko Damono

Membaca puisi di atas dan bertemu dengan seseorang yang pernah merasakan kehilangan, membuat diriku sedikit “hidup”. Bahwa, aku tak sendiri,… semua orang mengalaminya,… dan menyadari pengalaman ini, sedikit menguatkan jiwa. Semua manusia kan kembali ke rumah abadinya kelak nanti. Dan kita di sini, hanya memiliki kenangan atasnya. Yaaaa, semua kan pergi tanpa meninggalkan apapun, kecuali kenangan.

Seperti yang ditulisan Buderfly, “Dan hidup tetaplah menjadi sumber ilmu pelajaran tertinggi, sedangkan mereka yang tinggal dalam hati akan tetap hidup mengabadi. Dia yang pergi, akan tetap tinggal dan hidup di palung hati, menempati ruang istimewa laksana raja maya bagi permaisuri, menunggu sang penduka tersenyum bangga mengenang hidup atasnya…”

Aku mencoba mengarahkan kekuatan negatif ke putaran positif, berpikir untuk mengungkapkan perasaan ini. Memandang langit yang kosong malam ini dan membiarkan sedikit imajinasi berkembang semaunya.
Membayangkannya,…

ujung koridor taman baca, duabulan kepergiannya.
-dalamkeunikaniniakutaksendiri-

This entry was posted on 021958H Nov 2007 and is filed under Kikoku. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

23 Responses to “Kenangannya,…”

  1. condet Says:
    fotonya

    pertamax lagi.

    apakah kenangan itu akan menghilang seiring waktu ? .. hmmm ….
    apalagi waktu begitu sebentar tuk di nikmatinya.. saat-saat asa sedang di punca-puncaknya…
    dan kita harus tetap hidup dalam kenangan itu…

  2. condet Says:
    fotonya

    Asik puisinya Sapardi Djoko Damono… :D

  3. keritiKentangâ„¢ Says:
    fotonya

    :( *jd speechless*
    *turut merasakan kesedihanmu, mbak…*
    sungguh!

  4. Langit Biru Says:
    fotonya

    dalam keunikan ini..justeru aku ingin sendiri.. untuk kali ini saja, mungkin di saat yang lain.. aku kembali akan merindukan.

  5. liezmaya Says:
    fotonya

    bersyukurlah jika masih diberi lupa oleh yang diatas :D

  6. andi bagus Says:
    fotonya

    keep positive thinking..

  7. triadi Says:
    fotonya

    kok jadi sedih gini ya…:)

  8. jeng endang Says:
    fotonya

    memang gak mudah Ko….sangat gak mudah melupakan yg terkasih yang sudah pergi…sabar seiring waktu saja….

  9. ichal Says:
    fotonya

    one day d shine will shinin’ on u,

    percayakan kepada kekuatan waktu, jernihkan bathin kembalikan diri kepada keikhlasan, tidak mudah memang!!! tapi sangat pasti dan yakin pasti,,, ayooo bangkit!!

  10. mata Says:
    fotonya

    biarlah kenangan itu tetap tersimpan ko… dan kamu mengenangnya, begitu juga dirinya yang mengenangmu. yakinlah itu…

  11. Ardiz Tarakan Says:
    fotonya

    Iko yang manis, aku hadir untuk menemani iko setiap saat, setiap waktu, setiap menit, setiap detik. Jangan sungkan2 untuk kontak aku. aku siap menampung aspirasi, unek2, suka-duka iko selama ini.

    caranya :
    .
    .
    .
    .
    .

    ketik talkmania kirim ke 8999

    hubungi nomor hp aku yang pertama kali (prioritas utama).

  12. Yusuf Alam Solo Says:
    fotonya

    kehadiran seseorang… yang hadir adalah perasaan kita terhadap seseorang itu..
    perasaan emosi yang memorinya ada… di luar kendali sadar kita…
    kehadiran seseorang begitu nyata kita rasa…
    karena dia…
    hadir…
    hadir….
    kita memberi makna…

  13. maya.ginandjar Says:
    fotonya

    wah kalo baca yang kaya gini speechless deh aku , hugs aja yah >:D

  14. Agung Says:
    fotonya

    langit tak selamanya mendung, dan hujan yang akan menghapus semua itu, kamu tak sendiri, dan kamu adalah gadis yang kuat,

    Big Gril don’t Cray… :)

  15. escoret Says:
    fotonya

    kan udah di bilang..soto di SITU mahal..!!!!
    enak gule di pak Sapardi …!!!mana murah dan ga ada parkirnya….

    *maap sengaja ga fokus..nunggu postingan ttg makanan*

  16. Hartanto Says:
    fotonya

    Kenangan itu mungkin perlu ditaruh di satu sudut hati tersendiri. Benar sekali katamu, semua orang mengalaminya, dear.

  17. rey Says:
    fotonya

    yes dear, you’re not alone, coz i’ve been through it also. Bedanya, gue kehilangan seorang sobat, dan gue memutuskan utk selalu ingat dia, karena dgn ingat dia, gue akan ingat dgn kematian yg bs datang kpn saja (kok jadi gak nyambung yaa?) :)

  18. aLe Says:
    fotonya

    hidup adalah perjuangan.,
    dan perjuangan adalah bukti kehidupan

    semangat semangat..,, ;)

  19. zam Says:
    fotonya

    tentang kang be*** ya?

    saya teringat.. hampir setahun saya ketemu dan berkenalan dengannya..

    :)

    sing sabar ya, mbak!

  20. Tia Says:
    fotonya

    puisi karya Bpk Sapardi memang bagus ya, mudah dipahami dan dicerna…hmm kebetulan saja, puisinya pas dengan kondisi Iko saat ini….sabar yahhh….

  21. SatoNa Says:
    fotonya

    sedih kalo mikirin kapan kita pergi ke Surga.. ato kapan orang² yang kita sayang yang pergi.. n’ kapan kita bakal kehilangan mereka yang tak terganti.. =(

    daripada gitu.. mending nikmatiin kebahagiaan hidup sekejap.. n’ buat kenang²an sebanyak²nya.. ^-^

  22. Rien Says:
    fotonya

    kenangan itu indah jika kita bisa melakukannya dgn tersenyum :)
    dan akan melow jika kita mengiringinya dgn kesedihan:(

    be strong ya ukhti :)

  23. calon_akhwat Says:
    fotonya

    dulu, saat saya merasa kehilangan, ada seorang teman yang membantu menyemangati saya…

    “Belajarlah untuk menata hati disaat berpisah,karena saat Allah menentukan sebuah pertemuan, maka disaat yang sama, Dia tentukan waktunya untuk berpisah”

    sabar ya mbak…

Leave a Reply