Kenangannya,…
Kematian yang begitu cepat, cukup membuat seseorang tenggalam larut dalam kesedihan. Sering kali hati bertanya, “kenapa ini harus terjadi?” dan “kenapa harus aku yang menjalanin ini semua?”
masih adakah yang akan kautanyakan
tentang hal itu? Hujan pun sudah selesai
sewaktu tertimbun sebuah dunia yang tak habisnya bercakap
di bawah bunga-bunga menua, musim yang senja
pulanglah dengan payung di tangan, tertutup
anak-anak kembali bermain di jalanan basah
seperti dalam mimpi kuda-kuda meringkik di bukit-bukit jauh
barangkali kita tak perlu tua dalam tanda tanya
masih adakah? Alangkah angkuhnya langit
alangkah angkuhnya pintu yang akan menerima kita
seluruhnya, seluruhnya kecuali kenangan
pada sebuah yang menjadi sepi tiba-tiba
Sapardi Djoko Damono
Membaca puisi di atas dan bertemu dengan seseorang yang pernah merasakan kehilangan, membuat diriku sedikit “hidup”. Bahwa, aku tak sendiri,… semua orang mengalaminya,… dan menyadari pengalaman ini, sedikit menguatkan jiwa. Semua manusia kan kembali ke rumah abadinya kelak nanti. Dan kita di sini, hanya memiliki kenangan atasnya. Yaaaa, semua kan pergi tanpa meninggalkan apapun, kecuali kenangan.
Seperti yang ditulisan Buderfly, “Dan hidup tetaplah menjadi sumber ilmu pelajaran tertinggi, sedangkan mereka yang tinggal dalam hati akan tetap hidup mengabadi. Dia yang pergi, akan tetap tinggal dan hidup di palung hati, menempati ruang istimewa laksana raja maya bagi permaisuri, menunggu sang penduka tersenyum bangga mengenang hidup atasnya…”
Aku mencoba mengarahkan kekuatan negatif ke putaran positif, berpikir untuk mengungkapkan perasaan ini. Memandang langit yang kosong malam ini dan membiarkan sedikit imajinasi berkembang semaunya.
Membayangkannya,…
ujung koridor taman baca, duabulan kepergiannya.
-dalamkeunikaniniakutaksendiri-



November 2nd, 2007 at 8:14 pm
pertamax lagi.
apakah kenangan itu akan menghilang seiring waktu ? .. hmmm ….
apalagi waktu begitu sebentar tuk di nikmatinya.. saat-saat asa sedang di punca-puncaknya…
dan kita harus tetap hidup dalam kenangan itu…
November 2nd, 2007 at 8:19 pm
Asik puisinya Sapardi Djoko Damono…
November 2nd, 2007 at 10:20 pm
*turut merasakan kesedihanmu, mbak…*
sungguh!
November 2nd, 2007 at 10:33 pm
dalam keunikan ini..justeru aku ingin sendiri.. untuk kali ini saja, mungkin di saat yang lain.. aku kembali akan merindukan.
November 3rd, 2007 at 9:16 am
bersyukurlah jika masih diberi lupa oleh yang diatas
November 3rd, 2007 at 11:41 am
keep positive thinking..
November 3rd, 2007 at 3:15 pm
kok jadi sedih gini ya…:)
November 3rd, 2007 at 3:30 pm
memang gak mudah Ko….sangat gak mudah melupakan yg terkasih yang sudah pergi…sabar seiring waktu saja….
November 4th, 2007 at 11:55 am
one day d shine will shinin’ on u,
percayakan kepada kekuatan waktu, jernihkan bathin kembalikan diri kepada keikhlasan, tidak mudah memang!!! tapi sangat pasti dan yakin pasti,,, ayooo bangkit!!
November 4th, 2007 at 1:23 pm
biarlah kenangan itu tetap tersimpan ko… dan kamu mengenangnya, begitu juga dirinya yang mengenangmu. yakinlah itu…
November 4th, 2007 at 4:38 pm
Iko yang manis, aku hadir untuk menemani iko setiap saat, setiap waktu, setiap menit, setiap detik. Jangan sungkan2 untuk kontak aku. aku siap menampung aspirasi, unek2, suka-duka iko selama ini.
caranya :
.
.
.
.
.
ketik talkmania kirim ke 8999
hubungi nomor hp aku yang pertama kali (prioritas utama).
November 4th, 2007 at 7:22 pm
kehadiran seseorang… yang hadir adalah perasaan kita terhadap seseorang itu..
perasaan emosi yang memorinya ada… di luar kendali sadar kita…
kehadiran seseorang begitu nyata kita rasa…
karena dia…
hadir…
hadir….
kita memberi makna…
November 5th, 2007 at 8:20 am
wah kalo baca yang kaya gini speechless deh aku , hugs aja yah >:D
November 5th, 2007 at 9:48 am
langit tak selamanya mendung, dan hujan yang akan menghapus semua itu, kamu tak sendiri, dan kamu adalah gadis yang kuat,
Big Gril don’t Cray…
November 5th, 2007 at 11:18 am
kan udah di bilang..soto di SITU mahal..!!!!
enak gule di pak Sapardi …!!!mana murah dan ga ada parkirnya….
*maap sengaja ga fokus..nunggu postingan ttg makanan*
November 5th, 2007 at 11:25 am
Kenangan itu mungkin perlu ditaruh di satu sudut hati tersendiri. Benar sekali katamu, semua orang mengalaminya, dear.
November 5th, 2007 at 4:04 pm
yes dear, you’re not alone, coz i’ve been through it also. Bedanya, gue kehilangan seorang sobat, dan gue memutuskan utk selalu ingat dia, karena dgn ingat dia, gue akan ingat dgn kematian yg bs datang kpn saja (kok jadi gak nyambung yaa?)
November 5th, 2007 at 5:42 pm
hidup adalah perjuangan.,
dan perjuangan adalah bukti kehidupan
semangat semangat..,,
November 5th, 2007 at 8:26 pm
tentang kang be*** ya?
saya teringat.. hampir setahun saya ketemu dan berkenalan dengannya..
sing sabar ya, mbak!
November 6th, 2007 at 9:06 am
puisi karya Bpk Sapardi memang bagus ya, mudah dipahami dan dicerna…hmm kebetulan saja, puisinya pas dengan kondisi Iko saat ini….sabar yahhh….
November 7th, 2007 at 12:11 am
sedih kalo mikirin kapan kita pergi ke Surga.. ato kapan orang² yang kita sayang yang pergi.. n’ kapan kita bakal kehilangan mereka yang tak terganti.. =(
daripada gitu.. mending nikmatiin kebahagiaan hidup sekejap.. n’ buat kenang²an sebanyak²nya.. ^-^
November 8th, 2007 at 9:13 am
kenangan itu indah jika kita bisa melakukannya dgn tersenyum
dan akan melow jika kita mengiringinya dgn kesedihan:(
be strong ya ukhti
November 13th, 2007 at 11:31 am
dulu, saat saya merasa kehilangan, ada seorang teman yang membantu menyemangati saya…
“Belajarlah untuk menata hati disaat berpisah,karena saat Allah menentukan sebuah pertemuan, maka disaat yang sama, Dia tentukan waktunya untuk berpisah”
sabar ya mbak…